Senin, 27 Agustus 2012

Asal Usul Kata Jilbab


Namun tahukah anda, bagaimanakah asal usul dari jilbab itu ?

Kata jalâbîb adalah wujud jamak dari kata jilbâb. Ada lebih dari satu pengertian yang didapatkan para ulama tentang kata jilbab. Ibnu abbas menafsirkannya jadi ar-ridâ’ (mantel) yang menutup tubuh dari atas sampai bawah. Al-qasimi menggambarkan, ar-ridâ’ itu layaknya as-sirdâb (terowongan). Adapun menurut al-qurthubi, ibnu al-’arabi, dan an-nasafi jilbab yaitu baju yang menutupi seluruh tubuh. Ada juga yang mengartikannya jadi milhafah (pakaian kurung yang longgar dan tidak tidak tebal) dan semua yang menutupi, baik berbentuk baju ataupun selainnya. Sebagian selainnya memahaminya jadi mulâ’ah (pakaian kurung) yang menutupi wanita atau al-qamîsh (pakaian gamis).

Ada juga yang mengartikannya jadi milhafah (pakaian kurung yang longgar dan tidak tidak tebal) dan semua yang menutupi, baik berbentuk baju ataupun selainnya. Sebagian selainnya memahaminya jadi mulâ’ah (pakaian kurung) yang menutupi wanita atau al-qamîsh (pakaian gamis).

Sebagian selainnya yaitu qatadah dan riwayat lain dari ibnu abbas yang menyebutkan bahwa jilbab itu diikatkan diatas dahi sesudah itu ditutupkan pada hidung. Walaupun ke-2 matanya tampak, jilbab itu menutupi dada dan sebagian besar wajahnya.. Adapun menurut al-hasan, jilbab itu menutupi separuh wajahnya. Ada pula yang berpendapat, wajah tidak terhitung bagian yang ditutup dengan jilbab. Menurut ikrimah, jilbab itu menutup bagian leher dan mengulur ke bawah menutupi tubuhnya, sedang bagian di atasnya ditutup dengan khimâr ( kerudung ) yang juga diwajibkan

Walau berbeda-beda, menurut al-baqai, semua arti yang dimaksud itu tidak salah. Bahwa jilbab yaitu tiap-tiap baju longgar yang menutupi baju yang biasa dikenakan didalam keseharian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar